Mau Pasang Panel Surya di Atap Rumah? Bagaimana cara mencari penjual terbaik?

Pedoman Kebijakan Energi Nasional, PLTS

Seiring dengan perkembangan teknologi, harga modul surya semakin murah.

Sudahkan Permen ESDM No.12 Tahun 2017 Berpihak Pada Pengembangan EBT ?

Harga panel surya di Indonesia saat ini sudah berada di kisaran US$ 1/Watt peak (Wp)- US$ 1,5/Watt peak (Wp) atau US$ 1.000/kilowatt peak (kWp) sampai dengan US$ 1.500/kilowatt peak (kWp).

Jika dikonversi dalam rupiah, harga panel surya dengan kapasitas 1 kWp sekitar Rp 13,5 juta. Panel surya tersebut nantinya dapat di koneksikan dengan Inverter Pure Sine Wive Grid Tie. Inverter ini nantinya yang akan mengeluarkan output loistrik yang dihasilkan oleh tenaga surya.    biaya instalasi di atap rumah, biayanya sekitar Rp 15-20 juta/kWp. Sementara, untuk kebutuhan listrik rumah tangga, kira-kira perlu 1-2 kWp.

“Pemasangan solar panel di atap biayanya kurang lebih Rp 15-17 juta/kWp. Biaya dipengaruhi oleh lokasi rumah, tingkat kesulitan pemasangan di atap”

Biaya sebesar Rp 15-20 juta/kWp itu sudah termasuk biaya survei, instalasi, dan izin masuk ke jaringan listrik PLN. Di luar itu, ada biaya pemasangan kWh meter untuk ekspor-impor listrik dengan PLN. “Pemasangannya kira-kira memakan waktu 1 minggu,” hal ini tergantung dari kesiapan PLN di daerah yang akan dipasang.

Masyarakat yang berminat memasang panel surya di atap bisa mencari kontak distributor modul surya di www.gdmenergy.com atau www.globalenergy.co.id . Di web tersebut kita bisa langsung menanyakan atau menghubungi marketing mengenai informasi pemasangan solar panel di atap rumah.

Untuk sementara, distributor modul surya yang ada baru melayani pemasangan di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). “Tapi kalau ada permintaan diluar jabodetabek bukanlah lah yang tidak memungkinkan tinggal saja dihitung biaya pengiriman barang dan istalaturnya.

Angka tersebut sudah jauh turun, biaya pemasangan panel surya pada tahun 2011 masih sekitar Rp US$ 3/Wp atau Rp 3.000/kWp alias sekitar Rp 40 juta-an.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menjadi yang Pertama di Indonesia.

Matahari Untuk PLTS di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menjadi yang Pertama di Indonesia – Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan.

pembangkit-listrik-tenaga-angin-2-130515
pembangkit-listrik-tenaga-angin-

Pemerintah terus mengupayakan peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT).  Untuk itu, proyek pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan terus digenjot penyelesaiannya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, PLTB Sidrap merupakan pembangkit angin pertama di Indonesia yang akan beroperasi secara komersial. “Pemerintah mendorong adanya penggunaan EBT dari hidro, panas bumi, ataupun angin,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Sidrap, Sabtu (30/9).

PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas 75 MW, pembangkit ramah lingkungan ini terdiri dari 30 turbin kincir angin yang masing-masing berkapasitas 2,5 MW. Model turbin yang digunakan dari Gamesa Iolica Corporation pada menara baja setinggi 80 meter dengan panjang baling-baling 57 meter.

Proyek dengan investasi sekitar 150 juta dolar AS ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada awal 2018 ini dioperasikan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi.

Jonan mengatakan, dengan beroperasi PLTB ini akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mempunyai pembangkit  bertenaga angin. “Di Asia ada Jepang, China, Korea, setelah itu kita,” ujarnya.

Pemerintah semakin optimis mencapai target bauran energi terbarukan 23 persen pada 2025. “PLTB Sidrap adalah salah satu potensi energi angin yang besar, diharapkan beroperasi pada triwulan pertama tahun depan,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rida Mulyana.

Di tempat yang sama, Bupati Sidrap Rusdi Masse menyambut baik pembangunan proyek pembangunan PLTB Sidrap. “Kami sangat mendukung sekali, kami akan menjaga dan mengawal pelaksanaan proyek ini agar berjalan lancar,” katanya.

Saat ini, kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar mencapai 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1050 MW. Dengan beroperasinya PLTB Sidrap, diharapkan dapat menambah pasokan listrik di wilayah tersebut. Jonan mengatakan, dengan penambahan daya dari PLTB Sidrap akan menambah pasokan listrik di Sulselrabar. “Tak hanya memenuhi kebutuhan listrik Sidrap tapi juga bisa mengekspor energi ke kabupaten lain,” pungkas Jonan.

Sekadar informasi, Indonesia memiliki potensi energi angin mecapai 1,8 GW. Daerah yang berpotensial untuk dikembangkan adalah Indonesia bagian timur, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi Selatan.

Sumber : http://ebtke.esdm.go.id

Teknologi Pemanfaatan Sumber Panas Bumi Skala Kecil

Teknologi Pemanfaatan Sumber Panas Bumi Skala Kecil – Panas bumi merupakan sumber daya energi baru terbarukan yang ramah lingkungan (clean energy) dibandingkan dengan sumber energi fosil. Dalam proses eksplorasi dan eksploitasinya tidak membutuhkan lahan permukaan yang terlalu besar.

Energi panas bumi bersifat tidak dapat diekspor, sehingga sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Mengacu pada UU No. 27 Tahun 2003 telah dibuat suatu peta perjalanan (road map) panas bumi dalam Kebijakan Energi Nasional 2006, sebagai pedoman dan pola tetap pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia.

Industri panas bumi yang diinginkan dalam peta perjalanan tersebut antara lain pemanfaatan untuk tenaga listrik sebesar 9500 MWe dan berkembangnya pemanfaatan langsung (misal agrobisnis dan pariwisata) pada tahun 2025.

Secara umum tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kualitas data dari potensi energi panas bumi pada daerah-daerah yang memiliki prospek pengembangan energi panas bumi sebagai pembangkit listrik dan pemanfaatan langsung lainnya, dan tujuan khususnya adalah untuk melakukan penentuan potensi energi panas bumi prospek Gunung Lawu, dengan cara dinamis (simulasi reservoir).

Dalam menentukan potensi energi panas bumi dari suatu wilayah prospek dapat dilakukan dengan pendekatan metoda statis dan dinamis.

Kompilasi data geologi, geofisika dan geokimia, dapat digambarkan suatu model tentative sistem panas bumi, prospek Gunung Lawu seperti diperlihatkan pada Gambar di bawah ini

Model tentatif sistem panas bumi, prospek gunung lawu.
Model tentatif sistem panas bumi, prospek gunung lawu.

Sumber panas mengalir dari batuan induk (source rock) memanaskan air permukaan yang merembes ke dalam reservoir pada tekanan dan temperatur tertentu membentuk uap panas yang sebagian menyembur ke permukaan melalui kawah Candradimuka dan sebagian mengalir ke arah Barat Daya sehingga terbentuk mata air panas Jenawi, Ngunut dan Bayanan.

Separasi harga resistivitas dari data hasil pengukuran magnetotelluric dapat digunakan untuk mendefinisikan batas reservoir secara lateral dan vertikal, untuk zona resistif dan konduktif. Zona dengan harga resistivitas 10 – 75 Ohm-m sebagai reservoir ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.

Batas lateral resevoar panas bumi, prospek gunung lawu
Batas lateral resevoar panas bumi, prospek gunung lawu

Dari batas daerah yang diarsir warna hitam diperkirakan luas daerah prospek adalah seluas 17 km2 (terduga) dan daerah yang diarsir berwarna merah jambu (pink) perkiraan prospek hipotetis seluas 12 km2.

Kegiatan ini adalah kolaborasi P3TKEBT – PSDG dalam rangka meningkatkan kualitas data untuk menentukan cadangan panas bumi secara statis dan dinamis untuk prospek Gunung Lawu.

Berdasarkan perhitungan volumetris yang dilakukan oleh PSDG untuk luasan 12 km2 adalah 250 MW, dan cadangan hipotetis dengan luasan 17 km2 adalah 197 MW. Berdasarkan model konsepsual reservoir PSDG seluas 29 km2, akan diubah menjadi bentuk model numerik dengan dimensi 10 x 10 x 10.

Sumber http://www.litbang.esdm.go.id/buku-km/teknologi-pemanfaatan-sumber-panas-bumi-skala-kecil

Energi Baru Terbarukan untuk Indonesia !!!

Energi Baru Terbarukan untuk Indonesia – Energi baru dan terbarukan adalah energi yang didapatkan dari kejadian alami pada alam untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup bagi masyarakat.

Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik
Sumber Energi Terbarukan

Proses untuk memanfaatkan kejadian kejadian alam untuk dijadikan energi adalah apa yang disebut sebagai pembangkitan energi bersih dan berkelanjutan.

Bagi kita yang beruntung tinggal di daerah perkotaan terutama di Pulau Jawa, listrik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari hari. Lalu sampailah kita ke daerah 3T ( terdepan, terpencil, dan tertinggal ), dimana PLN hanyalah nama dan listrik yang masih menjadi angan-angan bagi masyarakat yang ada disana. Daerah tersebut sudah teraliri listrik dari PLN ( Perusahaan Listrik Nasional ), tetapi skema pengadaannya hanyalah 12 jam, mulai dari jam 6 sore sampe jam 6 paginya.

Memanfaatkan energi baru dan terbarukan, dapat memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari tanpa mengurangi kemampuan generasi selanjutnya untuk bisa memenuhi kebutuhan energi mereka nantinya.

Teknologi energi baru dan terbarukan terus dikembangkan hal ini disebabkan karena teknologi energi baru dan terbarukan mendapatkan perhatian khusus terutama oleh negara negara yang belum sepenuhnya tereletrifikasi seperti India dan Nepal.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Indonesia pun adalah salah satu dari negara yang memberikan perhatian khusus dalam pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan.

Perlu dicatat bahwa sampai saat ini, kurang lebih 11.7% penduduk Indonesia belum bisa merasakan manfaat listrik dalam hidup mereka. Pada umumnya, penyebab utama tidak sampainya pembangunan infrastruktur jaringan listrik kepada mereka adalah karena faktor-faktor geografis.

Sebagai solusi, digunakan pembangkit listrik energi terbarukan yang dapat di desain untuk memanfaatkan potensi energi lokal. Potensi tersebut baik dari aliran air di sungai atau cahaya matahari  akan diubah menjadi energi listrik untuk menerangi mulai dari hanya satu rumah sampai satu kota tanpa tergantung pada jaringan utama PLN.

Sampai saat ini, pemanfaatan energi baru dan terbarukan untuk solusi elektrifikasi di Indonesia sudah banyak dilakukan. Salah satunya adalah yang telah dilakukan oleh kementrian ESDM ( Energi dan Sumber Daya Mineral ).

Selain untuk melakukan elektrifikasi daerah yang belum mendapatkan akses listrik, teknologi ini juga digunakan untuk meningkatkan efektifas penggunaan listrik pada beberapa daerah di Indonesia.

sehingga bagi masyarakat yang belum bisa mendapatkan aliran listrik dari jaringan utama PLN, kini melalui energi baru terbarukan masyarakat bisa mendapatkan aliran listrik bagi kehidupan sehari-hari.

sumber :

www.kaskus.co.id

Kejar Rasio Elektrifikasi, Menteri ESDM Andalkan Listrik Tenaga Surya

Kejar Rasio Elektrifikasi, Menteri ESDM Andalkan Listrik Tenaga Surya – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menargetkan pembangunan sistem listrik tenaga surya (independent home solar system).

Pembangkit Listri Tenaga Surya
                                              foto : Jawapost.com

Hal tersebut dilakukan dalam rangka salah satu yang menjadi andalannya untuk mempercepat realisasi target rasio elektrifikasi nasional sebesar 99% pada tahun 2019 mendatang. Dia mengatakan,saat ini rasio elektrifikasi nasional baru sekitar 92,8%. Masih ada sekitar 2.519 desa yang belum memperoleh listrik.

“Saya bilang dengan teman-teman di PLN, ini harus ditingkatkan hampir mencapai 99%, juga dibantu dengan APBN. Memang ada yang tanya ke saya, kalau renewable energy gimana. Saya sepakat kita harus meningkatkan renewable energy,” katanya di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Saat ini, Jonan menyebut dari 2.519 desa, tersebut saat ini secara perlahan  telah dipasang solar sistem / independent home solar system yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Setidaknya, listrik tenaga surya tersebut bisa menghidupkan empat lampu dan mengisi baterai ponsel.

Meski tidak menikmati listriknya secara optimal, setidaknya keberadaan independen solar sistem mampu memberi daya kepada 4 lampu dan daya untuk baterai telepon genggam.

“Jadi, kira-kira ada 2.519 desa masih belumdialiri listrik. Sekarang sudah mulai bisa dipasang satu-persatu menggunakan independent home solar system. Ini menggunakan APBN, jadi enggak bayar. Ini untuk empat lampu dan bisa untuk colokan HP.

Selain itu, mantan Menteri Perhubungan ini juga menugaskan PT PLN (Persero) untuk melengkapinya dengan membangun jaringan listrik tegangan rendah. “Misalnya di Pulau Rupat yang berbatasan dengan Malaysia, dari 5 dusun yang enggak ada listriknya 3,5 dusun. Nanti akan dilengkapi. Insya Allah 2019 elektrifikasinya mencapai 99%,” ujar Jonan.

Sumber : dari berbagai sumber

Mengenal Lebih Dekat Mengenai Teknologi Panel Surya

Matahari Untuk PLTS di Indonesia
          Matahari Untuk PLTS di Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Mengenai Teknologi Panel Surya – Teknologi panel surya merupakan salah satu perangkat alternatif untuk dapat mengonversikan cahaya matahari menjadi energi listrik.

Disebut panel surya atau solar panel karena teknologi tersebut mengambil energi cahaya matahari yang sangat kuat, sehingga dinamakan Sol oleh astronomer, sebagian ilmuwan menyebut photovoltaics.

Panel surya merupakan kumpulan sel-sel surya. Banyak sel surya kecil disebar di suatu area bisa bekerja bersama untuk menyediakan energi yang cukup dan dapat dimanfaatkan.

Semakin banyak cahaya yang mengenai sel, semakin banyak listrik yang dihasilkannya. Dengan demikian, pesawat luar angkasa biasanya dirancang dengan panel surya yang selalu bisa diposisikan terkena matahari, walaupun pesawat itu tengah bergerak.

Sebuah sel surya merupakan disk kecil dari semikonduktor seperti silikon. Mereka dilekatkan dengan kawat ke sirkuit. Saat cahaya mengenai semikonduktor, cahaya diubah menjadi listrik yang mengalir melalui sirkuit. Begitu cahaya menghilang, maka sel surya berhenti menghasilkan energi.

Panel surya pada pesawat luar angkasa yang umumnya terlihat memiliki bentuk menyerupai sayap. Panel surya perlu memiliki banyak area permukaan yang bisa ditunjukkan ke matahari.

Website NASA mengungkapkan, stasiun luar angkasa memiliki susunan yang terdiri dari 262.400 sel surya dan meliputi area sekira 2.500 meter persegi atau lebih dari setengah area lapangan sepak bola.

Lebar sayap panel surya yakni 73 meter, lebih panjang ketimbang sayap Boeing 777 yang memiliki panjang 65 meter. Secara keseluruhan, empat rangkaian sel surya bisa menghasilkan 84 sampai 120 kilowatts listrik. Ini cukup untuk menyediakan energi untuk lebih dari 40 rumah.

sumber : dari berbagai sumber

Apa yang dilakukan Pemkot Magelang, Kini Mengharukan

Pemkot Magelang (kemeja bewarna hijau) Mendapatkan Juara II
Pemkot Magelang (kemeja bewarna hijau) Mendapatkan Juara II

Apa yang dilakukan Pemkot Magelang, Kini Mengharukan –  Presatasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang di bidang hemat energi dan air pasalnya Pemerintah Kota Magelang meraih juara II dalam bidang hemat energi dan air .

Pemerintah Kota Magelang mengikuti perlombaan Hemat Energi dan Air yang di adakan di Provinsi Jawa Tengah, dari lomba tersebut Pemerintah Kota Magelang meraih Juara II Lomba Hemat Energi dan Air tingkat Provinsi Jawa Tengah,

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono kepada pihak Pemerintah Kota Magelang yang diwakili Kepala Bagian Perekonomian Sekda Kota Magelang, Bambang Nuryanta, pada peringatan Hari Jadi Provinsi Jateng di Semarang, Selasa (15/8//2017).

Atas prestasi tersebut, Pemkot Magelang berhak mendapatkan dengan total hadiah insentif pembinaan dari Gubernur Jateng Rp7,5 juta, sebuah tropi, dan piagam penghargaan. Nuryanta mengatakan penghargaan untuk kategori Pemerintah Kota itu karena komitmen pemkot melakukan hemat energi dan air.

“Kita juga mensosialisasikan penghematan listrik dan air serta energi terbarukan kepada OPD. Hal ini untuk menyamakan persepsi, bahwa hemat energi dan air penting dilakukan. Jadi bukan hanya karena lomba saja, melainkan sudah seharusnya menjadi kebutuhan kita bersama,” katanya.

Kategori penilaian, meliputi penggunaan air, listrik, dan adminitrasi, serta komitmen pemerintah mengampanyekan ajakan hemat energi, baik secara langsung maupun tidak langsung, di lingkungan pemkot setempat. “Penilaian dilakukan pada 3 komponen, yaitu komponen kebijakan, komponen aktivitas, serta komponen hasil,” ujarnya.

Ia mengakui ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan lagi mengenai efektifitas hemat energi dan air, yakni belum semua lampu penerangan di lingkungan Kantor Seketaris daerah Kota Magelang menggunakan LED (lampu hemat energi).

Ke depan, pihaknya akan membuat strategi hemat energi agar lebih efektif, termasuk mengadakan lampu-lampu jenis hemat energi. “Terkait penghematan air, kami sudah memasang stiker imbauan agar pegawai menggunakan air seperlunya. Selain itu kami juga akan menambah jumlah sumur resapan di sekitar kantor sekda,” kata Bambang.

Warga Gaza Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya – Blokade Israel menyebabkan keterbatasan di Gaza membuat warga wilayah Palestina itu harus putar otak, salah satunya mencari pembangkit energi alternatif untuk mengganti listrik yang kian langka dan mahal.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Gaza
Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Gaza

Hasilnya kini, ribuan warga Gaza tidak lagi mengandalkan listrik yang dijatah Israel, namun kini telah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya.

Panel surya tidak hanya dapat diandalkan dan murah untuk kesediaan energi jangka panjang, tapi dalam beberapa kasus juga menyelamatkan nyawa. Hal ini dialami oleh Tamer al-Burai, warga Gaza.

Tamer mengalami gangguan tidur yang berakibat pada gangguan pernafasannya, sebelum beralih ke tenaga surya, Burai mengeluarkan uang sebesar 18.000 shekels atau setara dengan Rp 60 juta pertahun untuk membeli bahan bakar generator yang diandalkan saat mati listrik, pembangkit Listrik Tenaga Surya.

“Saya membayar US$5.000 (Rp65 juta) untuk membeli panel surya bagi seluruh rumah, dan ini membuat saya berhemat hingga bertahun-tahun,” ujar Burai.

Nabeel Marouf, manajer Perusahaan Kontraktor dan Teknisi Energi Terbarukan Gaza mengaku kewalahan menerima permintaan panel surya dulu kliennya hanya puluhan. namun sekarang telah mencapai ribuan.

“Masyarakat putus asa mencari solusi krisis energi, lalu ada krisis bahan bakar,” kata Marouf.

Namun ternyata masih cukup banyak warga miskin di daerah Gaza yang sampai saat ini belum tersuplai aliran listrik di daerah tempat mereka tinggal. oleh karena itu gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas pada hari Selasa (26/9) lalu waktu setempat, menyuplai peralatan tenaga surya (Solar Cell) di kota Deir Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, dan sekaligus memulai pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga surya  pada rumah keluarga miskin.

Sejak lebih dari 10 tahun, Jalur Gaza mengalami pemutusan arus listrik. Hal ini telah menyebabkan terjadinya sejumlah kebakaran yang telah menelan korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit karena kebakaran yang terjadi pada rumah-rumah warga akibat menggunakan penerangan yang tidak aman.

Proyek  pembangkit listrik tenaga surya  ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi rumah-rumah warga Palestina dari risiko pencahayaan yang tidak aman, terutama penggunaan lilin, yang dapat menyebabkan kebakaran mematikan.  (gdm)

Keren!!! Tinggalkan Energi Solar, Kereta di India Manfaatkan Panel Surya.

Tinggalkan Energi Solar, Kereta di India Manfaatkan Panel Surya – Penggunaan energi solar pada jaringan transportasi India memang sangat massif. Bahkan hal tersebut menjadi salah satu penyumbang masalah lingkungan di negara ini.

Kereta di India kini mulai meninggalkan solar dan beralih ke panel surya, sebagai energi alternatif
Kereta di India kini mulai meninggalkan solar dan beralih ke panel surya, sebagai energi alternatif

Akan tetapi, kini masalah krusial ini akan segera teratasi. Pasalnya, eksperimen menggunakan energi surya baru saja sukses dilaksanakan.

Pada 14 Juli lalu, India Railways menjalankan kereta pertamanya dengan beratapkan panel surya di atasnya yang bisa menghasilkan daya untuk  cahaya, kipas angin, dan sistem informasi di gerbong penumpang. Meski secara umum, gerak gerbang masih ditenagai oleh solar. Dengan adanya program ini, India diperkirakan akan dapat menghemat sekitar 21 ribu liter solar per tahunnya.

Dilansir dari The Independent, kereta bernama Diesel Electrical Multiple Unit (DEMU) ini memiliki kapasitas 1.600 tenaga kuda. DEMU dilengkapi dengan 16 panel surya dan baterai cadangan di setiap gerbongnya, kereta akan menggantikan tenaga solar yang biasanya menggerakkan kereta tersebut.

Diketahui bahwa pada 2014 saja, Indian Railways menghabiskan 2,6 milyar liter solar, mencakup 70 persen total biaya bahan bakar. Pada permulaan, kereta akan dipasangi layanan energi ini pada jaringan transportasi dari pinggiran kota menuju ke New Delhi, yang merupakan salah satu kota dengan polusi tertinggi di dunia.

Sistem atap yang berenergi sinar matahari dikembangkan oleh Jakson Engineers, di bawah pengawasan Indian Railways Organisation for Alternate Fuels (IROAF). “Hal ini bukan pengerjaan mudah untuk menyesuaikan panel surya di atas atap dari gerbong kereta yang berjalan sepanjang 80 km per jam,” ungkap Sundeep Guta, direktur Jakson Engineer kepada Business Standard.

India Railways punya rencana ambisius untuk energi surya. Pada tahun 2020, jaringan transportasi yang dijalankan oleh pemerintah berencana menghasilkan 1.000 megawatt (MW) energi matahari, yang bisa ditingkatkan hingga 5.000 MW pada tahun 2025.

Pengerjaan proyek ini tak hanya signifikan bagi perkembangan kereta api, tetapi juga akan berdampak baik pada tujuan India dalam menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Manfaat Energi Surya

Manfaat energy surya – Energi telah menjadi kebutuhan vital masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupannya dan mendukung kegiatannya sehari-hari. Misal, untuk memasak makanannya, manusia membutuhkan energi panas atau untuk memenuhi kebutuhan air di perkotaan, masyarakat membutuhkan energi listrik untuk menyalakan dan menjalankan pompa air.

Manfaat energy surya
Koleksi Knowledge Center Perubahan Iklim

Energi listrik yang umumnya dipakai oleh masyarakat Indonesia berasal dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Kelemahan penggunaan bahan bakar fosil adalah pembakarannya menghasilkan gas rumah kaca sehingga menambah konsentrasi gas rumah kaca di bumi penyebab peningkatan suhu bumi dan pemanasan global.

Bumi sudah semakin panas, sehingga manusia sudah harus memikirkan untuk beralih dari bahan bakar yang tidak ramah lingkungan ke bahan bakar yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tenaga panas matahari bisa dijadikan pilihan.

Matahari adalah sumber energi yang berjumlah besar dan bersifat terus-menerus (tidak habis), khususnya energi elektro magnetik yang dipancarkan oleh matahari. Penggunaan tenaga surya tidak membutuhkan pembakaran sehingga tidak menghasilkan gas buang berupa gas rumah kaca.

Pemanfaatan energi matahari dilakukan dengan mengubah sinar matahari menjadi energi panas atau listrik untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Pemanfaatan tenaga surya dilakukan dengan mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik.

Pada awal penelitian pemanfaatan tenaga surya, solar panel biasanya digunakan untuk penggunaan energi dalam jumlah besar seperti industri. Tetapi, semakin hari masyarakat semakin sadar bahwa mereka tidak dapat mengandalkan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini yang mendasari ide solar panel dibuat dalam ukuran kecil untuk penggunaan rumah tangga. Saat ini sudah banyak penyedia solar panel untuk penggunaan skala rumah tangga.

Untuk penggunaan jangka panjang, penggunaan solar panel ini terhitung sangat murah. Dengan menggunakan solar panel, msayarakat dapat menghemat energi listrik.

Sumber :
http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/Energi_matahari