Menikmati Listrik Berteknologi Panel Surya

Panel Surya

Panel Surya

Panel surya atau PLTS – Sebentar lagi sekitar 2.500 desa tertinggal bisa menikmati aliran listrik yang bersumber dari tenaga panel surya. Program ini merupakan tindak lanjut atas pencabutan dari subsidi listrik kepada para pelanggan golongan 900 volt ampere (va).

Kepastian layanan panel surya atau PLTSĀ ini berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) tentang Pemasangan Panel Surya (Solar Panel) untuk Daerah Terpencil telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

“Presiden telah menandatangani Perpres untuk memasang solar panel setidaknya untuk 2.500 desa yang tidak terjangkau listrik saat ini,” kata Jonan di Jakarta”.

Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang pemasangan panel surya (solar panel) untuk daerah terpencil, dalam Perpres itu disebutkan, pemerintah akan mengaliri listrik berteknologi panel surya untuk 2.500 desa terpencil yang ada di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemasangan panel surya ini merupakan tindak lanjut pemerintah atas pencabutan subsidi listrik tersebut.

Anggaran subsidi tersebut lantas dialihkan untuk pemasangan panel surya di tempat terpencil yang belum terjangkau listrik. Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini masih ada kurang lebih 10.000 desa atau sekitar 15 juta masyarakat di Tanah Air yang belum menikmati listrik dengan layak.

Oleh karena itu, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini ingin agar program mengaliri listrik untuk desa-desa tersebut harus terealisasi.

“Setidaknya, pada tahun 2019 atau tahun 2020 sebanyak 2.500 desa sudah harus terang. This is the goal,” pungkasnya.

Sekadar informasi, pemerintah akan memberikan Panel surya atau PLTS pada 2.500 desa terpencil dan terluar di Indonesia. Nantinya, setiap dua rumah tangga akan mendapatkan satu panel surya yang bisa digunakan secara bersama-sama.

Pemasangan Panel surya atau PLTS, ini diharapkan akan membantu target tambahan daya listrik sebesar 20.000 megawatt (MW) pada tahun 2019.