Mahasiswa Universitas Krisnadwipayana Ciptakan Mobil Bertenaga Surya

Mobil Patriot Tenaga Surya

Mobil Bertenaga Surya – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana berhasil menciptakan prototype mobil bertenaga ganda, surya dan listrik, dengan nama Patriot.

Mobil Bertenaga Surya dengan kapasitas 4 batere dan 4 cel surya itu, diluncurkan Walikota Kota Bekasi Rahmat Effendi, Sabtu (8/4) di kampus Unkris Jatiwaringin, Pondok Gede, Jakarta, disaksikan Dekan Fakultas Teknik Unkris, Ayub Muktiono dan sejumlah civitas akademika.

“Kita apresiasi sebagai sebuah karya, hasil temuam anak-anak. Pemerintah kota Bekasi siap memberikan regulasi yang memudahkan anak-anak berkreasi,” ujar Rahmat Effendi.

Bentuk apresiasi antara lain melalui kerja sama peningkatan mutu SDM. “Kita support. Kemudian dari infrastrukturnya, apa yang dibutuhkan. Yang lain-lain bisa kita atur lewat MoU,” tambahnya. Rahmat berharap Mobil Bertenaga Surya Patriot bisa dikembangkan lebih lanjut.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik Unkris Ayub Muktiono juga mengapresiasi karya 12 mahasiswa Teknik Unkris ini. Setelah berhasil menciptakan Mobil Bertenaga Surya Patriot-1 ini rencananya akan dilanjutkan dengan Patriot-2 dan seterusnya.

Untuk Patriot-2 dan seterusnya akan dilakukan penyempurnaan seperti tenaga dan daya angkutnya yang lebih besar serta daya tahan baterei yang lebih kuat.

Mahasiswa Unkris Ciptakan Mobil Bertenaga Surya – Mobil tenaga surya Patriot digarap oleh 12 mahasiswa Teknik Unkris sejak November 2016. Mobil ini menggunakan power 4 batere di belakang dan sewaktu-waktu bisa diswitch ke tenaga surya melalui panel yang dipasang di atas.

“Sekali charge mampu bertahan 5 jam, dengan kecepatan maksimum 45 km/jam dalam kondisi jalanan rata,” ujar Tatang, Ketua Tim Proyek Patriot. Motor penggeraknya masih didatangkan dari Taiwan, namun seluruh bahan baku Patriot menggunakan bahan lokal. Bentuk prototype Patriot masih mirip moda angkut untuk para pegolf.

Biaya untuk menggarap prototype mobil tenaga surya Patriot ini mencapai Rp 53 juta. “Tapi itu termasuk biaya penelitian dan penggarapan awal yang seringkali salah, bongkar kemudian pasang lagi. Kalau untuk selanjutnya saya rasa kita nggak sampai segitu,” ujar Tatang.

Sementara itu Wakil Rektor IV Unkris Ade Suharsono mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan para mahasiswanya. Penciptaan mobil tenaga surya ini menunjukan mereka tidak hanya menguasai teori ilmu teknik melainkan juga praktiknya.

Apalagi hasil karya mereka ini merupakan jawaban atas tantangan terhadap kondisi masa depan. Mobil dengan tenaga surya merupakan salah satu kebutuhan masa depan, karena merupakan kendaraan ramah lingkungan serta jawaban atas semakin menipisnya cadangan energi fosil.