Keren!!! Tinggalkan Energi Solar, Kereta di India Manfaatkan Panel Surya.

Tinggalkan Energi Solar, Kereta di India Manfaatkan Panel Surya – Penggunaan energi solar pada jaringan transportasi India memang sangat massif. Bahkan hal tersebut menjadi salah satu penyumbang masalah lingkungan di negara ini.

Kereta di India kini mulai meninggalkan solar dan beralih ke panel surya, sebagai energi alternatif
Kereta di India kini mulai meninggalkan solar dan beralih ke panel surya, sebagai energi alternatif

Akan tetapi, kini masalah krusial ini akan segera teratasi. Pasalnya, eksperimen menggunakan energi surya baru saja sukses dilaksanakan.

Pada 14 Juli lalu, India Railways menjalankan kereta pertamanya dengan beratapkan panel surya di atasnya yang bisa menghasilkan daya untuk  cahaya, kipas angin, dan sistem informasi di gerbong penumpang. Meski secara umum, gerak gerbang masih ditenagai oleh solar. Dengan adanya program ini, India diperkirakan akan dapat menghemat sekitar 21 ribu liter solar per tahunnya.

Dilansir dari The Independent, kereta bernama Diesel Electrical Multiple Unit (DEMU) ini memiliki kapasitas 1.600 tenaga kuda. DEMU dilengkapi dengan 16 panel surya dan baterai cadangan di setiap gerbongnya, kereta akan menggantikan tenaga solar yang biasanya menggerakkan kereta tersebut.

Diketahui bahwa pada 2014 saja, Indian Railways menghabiskan 2,6 milyar liter solar, mencakup 70 persen total biaya bahan bakar. Pada permulaan, kereta akan dipasangi layanan energi ini pada jaringan transportasi dari pinggiran kota menuju ke New Delhi, yang merupakan salah satu kota dengan polusi tertinggi di dunia.

Sistem atap yang berenergi sinar matahari dikembangkan oleh Jakson Engineers, di bawah pengawasan Indian Railways Organisation for Alternate Fuels (IROAF). “Hal ini bukan pengerjaan mudah untuk menyesuaikan panel surya di atas atap dari gerbong kereta yang berjalan sepanjang 80 km per jam,” ungkap Sundeep Guta, direktur Jakson Engineer kepada Business Standard.

India Railways punya rencana ambisius untuk energi surya. Pada tahun 2020, jaringan transportasi yang dijalankan oleh pemerintah berencana menghasilkan 1.000 megawatt (MW) energi matahari, yang bisa ditingkatkan hingga 5.000 MW pada tahun 2025.

Pengerjaan proyek ini tak hanya signifikan bagi perkembangan kereta api, tetapi juga akan berdampak baik pada tujuan India dalam menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Energi Surya dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan senantiasa ada sepanjang kehidupan manusia, salah satunya adalah energi surya (matahari).  Memanfaatkan berlakunya hukum kodrati kekekalan energi, energi surya dapat dirubah menjadi energi listrik yang kemudian bisa dimanfaatkan sesuai keperluan manusia sebagai pengguna. Baik itu untuk kebutuhan memanaskan, mendinginkan, menggerakkan, menerangi, dan sebagainya.

Pada listrik yang berasal dari cahaya matahari dinamakan photovoltaic (photo berarti cahaya, dan voltaic berarti tegangan). Dengan menggunakan bahan semi konduktor— seperti silikon yang banyak digunakan— yang paling tidak terdiri dua lapisan semi kondukstor. Satu bermuatan positif, dan satunya lagi bermuatan negatif. Tenaga matahari menghasilkan sumber energi melalui cahaya dan panasnya.

off grid

Kuatnya aliran listrik tersebut akan ditentukan oleh seberapa kuat kuat cahaya yang mengenai semi konduktor.

Namun sebenarnya pada sistem photovoltaic tak terlalu butuh cahaya matahari yang terang. Saat cuaca mendung pun masih dapat membangkitkan listrik, dengan energi keluar yang sebanding berat jenis awan.

Kalkulator tenaga matahari yang sudah lama dikenal oleh masyarakat merupakan contoh aplikasi sederhana penggunaan sistim photovoltaic. Selain itu lampu penerangan jalan (PJU) di beberapa ruas tol di Pulau Jawa dan juga penyediaan listrik di daerah-daerah di pelosok nusantara yang belum dialiri aliran pembangkit listrik, juga menggunakan sistim sistim photovoltaic ini.

Selain itu kini telah dikembangkan pula beberapa produk yang menggunakan sistim photovoltaic ini, seperti:

  • Kulkas atau pendingin digunakan untuk kepentingan kemanusiaan di daerah – daerah terpencil yang tidak dialiri listrik sebagai contoh membantu penyediaan vaksin
  • Sebagai atap rumah rumah fungsional penghasil dan penyimpan energi listrik yang menggantikan atap rumah konvensional

 

Panas yang dihasilkan itu dipakai untuk menghasilkan tekanan uap panas yang tinggi untuk menjalankan turbin penghasil listrik.

Produk-produk teknologi panas matahari terus dikembangkan. Pada teknologi pengumpul panas matahari yang diaplikasikan di atas atap rumah, selain mampu membuat ruangan di rumah menjadi hangat pada saat musim dingin, juga mampu menyediakan air panas kebutuhan rumah tangga dan menghangatkan kolam renang. Bisa juga untuk membantu kebutuhan proses pemanasan dalam sebuah industri dan memproses air menjadi tawar.

Selain itu sumber panas matahari dapat digunakan untuk menghasilkan dingin dan untuk mengurangi kelembaban udara dengan cara yang sama seperti kulkas atau air conditioner konvensional. Penggunaan dalam skala massif pendingin tenaga matahari oleh penduduk di dunia akan berlangsung di masa depan, seiring dengan suksesnya produk ini didemontrasikan dan tentunya seiring dengan akan terus efisiennya biaya produksi teknologi ini. (red-gdm)

Satu Jam Cahaya Matahari Mampu Memberikan Energi Selama Satu Tahun

Di dalam sistim tata surya kita, matahari merupakan benda angkasa terbesar, dengan massa sebesar 99,9 % dari keseluruhan massa tata surya. Sebagai salah satu bintang, dari jutaan bintang yang berserak di semesta raya, sejarah matahari adalah sejarah nan superpurba, seiring superioritas  kedigjayaannya sebagai bola raksasa superpanas membara yang menjadi sumber cahaya dan sumber energi benda-benda langit lain, tak terkecuali bumi.

Menurut para pakar, matahari yang berdiameter telah bersinar sejak 4,6 milyar tahun yang lalu. Dan diperkirakan akan terus bersinar hingga 5 milyar tahun ke depan. Planet-planet yang ada dalam tata surya kita telah mengorbit mengelilingi matahari dalam lintasan elips yang konsisten sejak nun teramat sangat jauh di masa-masa di belakang sana.

Sebagai sejenis bintang yang memiliki cahaya sendiri dan merupakan ciptaan sekaligus bukti kemahabesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, sesungguhnya matahari dalam waktu sekitar satu jam saja mampu mengirimkan energi yang sangat besar ke seluruh permukaan bumi, yang dari situ sebenarnya sanggup mencukupi kebutuhan energi bagi seluruh umat manusia dalam waktu satu tahun. Ya,  bola api super raksasa berdiameter 1,39 juta kilometer atau 109 kali diameter bumi itu dalam satu jamnya mampu mencukupi kebutuhan umat manusia untuk satu tahun!

Tiap detiknya di dalam inti matahari berlangsung reaksi fusi sebanyak 564 juta ton hidrogen menjadi 560 juta ton helium. Selisih yang terjadi sekitar 4,3 juta ton per detik memberikan energi total sebesar sekitar 3,7 x 1026 W yang dilepas oleh inti matahari ke permukaan dan diteruskan ke ruang angkasa dalam bentuk sinar. Sinar itu terpancar ke perbagai arah termasuk yang menuju ke permukaan bumi.

Satu Jam Cahaya Matahari Mampu Memberikan Energi  Selama Satu Tahun

Tinggal persoalannya, belum semua energi yang dipancarkan cahaya matahari ke permulaan bumi itu kemudian bisa diserap secara maksimal oleh teknologi yang telah dimiliki manusia saat ini. Terutama pada energi sinar matahari yang jatuh di permukaan air laut yang  luasnya mencapai 70 % permukaan bumi. Rangsangan ke arah penyempurnaan teknologi pun harus senantiasa digenjot sehingga bisa lebih memanfaatkan energi matahari secara jauh lebih efisien lagi pada tingkat keekonomiannya.

Sebab ketika bisa lebih banyak rangsangan dan dukungan ke arah optimalisasi sumber daya yang dimiliki oleh negara-negara yang ada, dalam rangka mengembangkan teknologi yang sanggup menyerap sebagian besar energi yang dipancarkan sinar matahari itu, tentu akan dapat dihasilkan cadangan energi yang mampu digunakan setiap saat bagi kepentingan kesejahteraan manusia.

SATU JAM CAHAYA MATAHARI MAMPU MEMBERIKAN ENERGI  SELAMA SATU TAHUN
Sumber Energy yang ada

Berdasarkan Survey of Energy Resources 2014 diperoleh data mengenai jumlah energi matahari yang tersedia dalam satuan energi EJ yang artinya Exa Joule. Exa sama dengan 1.000.000 triliun. Jika kita bandingkan dengan kebutuhan energi dunia saat ini, 425 EJ/year, maka energi matahari sangat lebih dari mencukupi lantaran matahari memancarkan energi sebesar 2.895.000 EJ per tahun. Walaupun kebutuhan energi dunia memang terus saja bertambah setiap waktu, namun jumlah pertambahan kebutuhan itu masih relatif kecil dibandingkan besaran ketersediaan energi matahari.

Satu Jam Cahaya Matahari Mampu Memberikan Energi Selama Satu Tahun

Pada Tabel 1 menunjukkan kepada kita sebuah berlimpahnya energi terbarukan, khususnya energi matahari, yang disediakan Tuhan Yang Maha Pencipta agar bisa lebih dimanfaatkan dan didayagunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan seluruh umat manusia.

Apalagi bagi negara seperti Indonesia, yang diuntungkan dari segi geografis, dimana sepanjang tahun matahari bersinar secara penuh. Kondisi ini harus mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya, seiring untuk benar-benar terus menciutkan ketergantungan yang tinggi pada energi non terbarukan.

Terkait hal itu, selama ini persoalan yang menonjol pada pemerintah Indonesia bukanlah terletak bisa tidaknya kita menuju ke arah pengutamaan penggunaan energi terbarukan, khususnya matahari. Namun terletak pada political will yang benar-benar konkrit dalam rangka mendorong segenap tahapan strategis ke arah pengarusutamaan penggunaan energi terbarukan, termasuk energi matahari.[] (red-gdm)

 

PLN wajib mengoperasikan pembangkit energi terbarukan

PLN wajib mengoperasikan pembangkit energi terbarukan

PLN wajib mengoperasikan pembangkit energi terbarukan – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini melakukan sosialisasi mengenai tiga aturan baru yang dikeluarkan pemerintah akhir Januari 2017, Salah satunya Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Terkait Permen ESDM Nomor 12/2017 mengatur tentang pembelian tenaga listrik dari pembangkit energi terbarukan. Pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi terbarukan berbasis teknologi tinggi, efisiensi sangat variatif, dan sangat tergantung pada tingkat irradiasi atau cuaca setempat. Seperti energi sinar matahari dan angin, dilakukan dengan sistem pelelangan berdasarkan kuota kapasitas.

Jarman menuturkan, pembelian tenaga listrik dari pembangkit energi terbarukan lainnya dilakukan dengan mekanisme harga patokan atau pemilihan langsung. “Permen ini juga mengatur bahwa PLN wajib mengoperasikan pembangkit energi terbarukan dengan kapasitas sampai 10 MW secara terus menerus,” tutur dia.

PLN wajib mengoperasikan pembangkit energi terbarukan

Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Seperti dilansir situs resmi ESDM, Ketiga Permen ESDM tersebut diterbitkan untuk mendorong usaha penyediaan tenaga listrik yang lebih efisien. “Permen ini diluncurkan demi mewujudkan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik yang efisien, adil dan transparan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan, Jarman.

Melalui Permen ini, Pemerintah juga terus mengupayakan pengembangan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. “Adanya aturan ini ingin mengedepankan EBT dengan memperhatikan kewajaran harga dan prinsip usaha yang sehat dan memperbaiki kondisi lingkungan,” ujar Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana.

PLN wajib mengoperasikan pembangkit energi terbarukan

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Pemerintah akan mengatur pembelian tenaga listrik melalui mekanisme harga patokan atau pemilihan langsung. Lewat Permen ESDM No 10/2017 tentang pokok-pokok perjanjian jual beli tenaga listrik, aturan ini diterangkan agar terdapat kesetaraan risiko aspek komersial antara PLN dan IPP untuk seluruh jenis pembangkit listrik.

Pola kerja sama yang diatur dalam Permen ini menggunakan prinsip Membangun (Build), Memiliki (Own), Mengoperasikan (Operate), dan Mengalihkan (Transfer) (BOOT). Pola ini memastikan bahwa seluruh aset pembangkit menjadi milik negara setelah masa kontrak 30 tahun.

Dalam Permen tersebut juga mengatur adanya insetif dan pinalti. Jika terjadi percepatan Commercial of Date (COD) karena diminta PLN, maka IPP berhak mendapat insentif. Bentuk insentif ditentukan secara Business to Business. Sedangkan, dalam hal keterlambatan usaha COD, Badan Usaha dikenakan pinalti yang besarnya senilai biaya pembangkitan oleh PT PLN untuk mengganti daya yang dibangkitkan akibat keterlambatan pelaksanaan COD.

PLN wajib membeli energi listrik sesuai kontrak (take or pay). Sementara itu, IPP wajib menyediakan energi sesuai kontrak (deliver or pay). IPP atau PLN wajib membayar pinalti apabila IPP tidak dapat mengirimkan atau menyerap listrik sesuai kontrak. Besarnya pinalti proporsional sesuai komponen investasi. (SN)

Pembangunan Listrik Perdesaan Dengan Listrik Surya

Panel Surya

Pembangunan Listrik Perdesaan dengan listrik surya cukup menyumbangkan kontribusi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia yang pada tahun 2012 secara nasional sebesar 76,56% dan target pada tahun 2013 sekitar 79,3% namun sampai akhir bulan Desember 2013 rasio elektrifikasi sudah melampaui target sebesar 80,51%.

Sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk melistriki seluruh wilayah nusantara tanpa terkecuali dan program listrik pedesaan merupakan salah satu usaha pemerintah untuk itu. Rasio elektrifikasi saat ini baru mencapai 80,54%, tahun 2020 pemerintah mentargetkan seluruh wilayah Indonesia akan terlistriki.

Pembangunan Listrik Perdesaan
Sumber gambar: Solo Pos

Program Listrik Pedesaan merupakan penggerak ekonomi pedesaan, sektor ESDM melaksanakan pembangunan listrik pedesaan (lisdes) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Gardu Distribusi (GD), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) serta Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Kementerian ESDM tahun ini mengalokasikan anggaran dari APBN sebesar Rp 2,3 Trilyun Rupiah.

Sebanyak 2500 Desa Akan Dipasang Panel Surya

PLTS Terpusat

Dalam rangka pemerataan pemenuhan kebutuhan listrik bagi seluruh rakyat di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) fokus pada pembangunan ketenagalistrikan pada desa yang belum terlistriki atau masih gelap gulita.

Terdapat 2.500 desa yang listriknya belum masuk sama sekali, fokus ke 2.500 desa yang tidak ada listrik sama sekali. Pemerataan itu penting,” tegas Menteri ESDM, Ignasius Jonan pada Diskusi Akhir Tahun Ketenagalistrikan.

Untuk mewujudkan peningkatan rasio elektrifikasi di desa tersebut, Jonan telah meluncurkan Permen ESDM Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Skala Kecil.

Sebagaimana diketahui, untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dan mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW.

Hingga saat ini kemajuan dari program tersebut adalah: tahap perencanaan mencapai 7.654 MW, tahap pengadaan 10.331 MW, tahap kontrak yang belum konstruksi 7.641 MW, tahap kontrak konstruksi 9.512 MW, dan tahap COD/SLO 339 MW.

Desa Bakal Dipasang Panel Surya

Sebanyak 2500 Desa Akan Dipasang Panel Surya

Pemerintah telah mencabut subsidi listrik untuk sebagai pelanggan golongan 900 volt ampere (VA). Pencabutan subsidi ini khususnya untuk masyarakat kategori rumah tangga mampu. Menteri koordinator bidang kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ‎nantinya anggaran subsidi tersebut akan dialihkan untuk pemasangan solar panel di tempat terpencil yang belum dijangkau listrik.

Dia menjelaskan, pemerintah akan memberikan panel surya pada 2.500 desa terpencil dan terluar. Nantinya setiap dua rumah tangga akan mendapatkan satu panel surya yang bisa digunakan bersama-sama.

Luhut menyatakan, Peraturan Presiden (Perpres) terkait program tersebut tengah diproses. Program pemasangan panel surya ini diharapkan akan membantu target tambahan daya listrik sebesar 20 ribu megawat (MW) pada 2019. Target 20 ribu megawat sedang kita kejar sampai dengan tahun 2019, agar kita bisa mencapai target rasio elektrifikasi yang 98,5 % pada tahun 2025.

Guna mendorong pencapaian target tersebut, Pemerintah telah menerbitkan beberapa peraturan penting di sektor ESDM yang mendukung paket kebijakan ekonomi, khususnya di subsektor ketenagalistrikan.

Sumber : Liputan6.com

Biaya pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik kian terjangkau

Peluang Investasi Listrik Tenaga Surya US$ 57,5 M

Biaya pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik kian terjangkau – Tren gaya hidup ramah lingkungan kini tidak hanya di adaptasi oleh para pemerhati lingkungan. Masyarakat umum kini mulai terbuka untuk meminimalisir dampak dari pemanasan global.

Hal ini mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam rumah. Salah satu yang menarik untuk disorot adalah pemasangan panel surya untuk tenaga listrik menggantikan tenaga batu bara (PLN).

Sebagai negara tropis yang kaya akan cahaya matahari, Indonesia mestinya bisa memanfaatkan energi alam yang satu ini. Anda memang perlu hitung-hitungan yang rinci apakah tenaga surya panel ini bisa lebih irit dibanding menggunakan listrik PLN.

Biaya pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik kian terjangkau

Biaya pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik kian terjangkau

Namun melihat biaya pengembangan energi sinar matahari yang lebih murah dan manfaat investasi energi di masa depan, mengapa tidak mulai mencobanya?

Saat ini, pemasangan surya panel terbilang irit karena tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas untuk memproduksi listrik. Umumnya, satu rumah dapat menyerap asupan energi panas matahari dengan panel surya berukutan kurang dari 10 meter persegi.

Panel tersebut diinstal pada atap rumah yang kemudian disimpan dalam aki. Nantinya tenaga yang tersimpan di aki ini akan digunakan untuk menyalakan alat elektronik seperti lampu dan lain sebagainya. Saat ini juga ada solar cell roof top berukuran 1 meter persegi yang dapat menghasilkan listrik sekitar 100 Watt setiap hari‎. Harganya dibanderol mulai dari Rp 2 juta.

Seiring perkembangan teknologi, biaya pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik kian terjangkau. Beberapa perusahaan penyedia panel surya bahkan ada yang menawarkan promo biaya pemasangan panel surya secara gratis, seperti yang disediakan Global Energy.

Tidak ada lokasi khusus untuk syarat pemasangan panel surya. Yang penting atap rumah tidak tertutup oleh pohon dan cukup gedung tinggi. Karena itu akan berpengaruh kepada penyerapan cahaya matahari.

Diharapkan, panel surya bisa menjadi solusi hemat energi bagi rumah-rumah di Indonesia, termasuk rumah murah, agar pengeluaran penghuninya untuk energi listrik bisa semakin ditekan.

Indonesia Menjelang Era Energi Terbarukan

Indonesia Menjelang Era Energi Terbarukan – Energi terbarukan sering luput dari fokus. Bank Dunia bahkan sempat menganggap remeh potensi sumber energi hijau tersebut. Padahal kapasitas produksinya kini sepuluh kali lipat lebih besar ketimbang yang diperkirakan.

Indonesia Menjelang Era Energi Terbarukan

Dunia sedang demam energi hijau. Belum pernah sebelumnya investasi energi terbarukan melampaui jumlah dana yang dikucurkan untuk memproduksi bahan bakar fosil dan energi nuklir sekaligus. Tren yang mulai terlihat sejak beberapa tahun terakhir ini diyakini akan terus meningkat di masa depan.

Menurut Christine Lins, energi terbarukan memasok “sekitar 25 persen” dari kebutuhan energi global. Lins adalah sekretaris jendral di REN21, Renewable Energy Policy Network 21st Century.

Jaringan yang bermarkas di Paris itu mengamati perkembangan energi di seluruh dunia dan menjadi konsultan bagi pemerintah dan perusahaan energi dalam merombak sistem produksi agar sesuai dengan tuntutan energi terbarukan.

Melalui laporan terbarunya, Global Future Report Renewables, REN21 menyajikan perkiraan pertumbuhan energi terbarukan di masa depan. “Kami mengulas opini para pakar di bidang ekonomi dan politik, seperti apa masa depan energi terbarukan,” kata Lins.

Asia Terdepan dalam Energi Terbarukan

Laporan tersebut menggambarkan mosaik pertumbuhan energi terbarukan yang disusun berdasarkan wawancara dengan 170 pakar energi dan 50 pemikir dari seluruh dunia.

“Saat ini kerangka hukum dan perundang-undangan untuk energi terbarukan sudah dibuat di lebih dari 120 negara di dunia, separuhnya adalah negara berkembang,” kata Lins. Sebagian besar pakar meyakini, pertumbuhan terbesar antara lain akan terjadi di Cina, India, Jepang dan Brazil.

Indonesia Menjelang Era Energi TerbarukanInstalasi panel surya di Cina

Menurut laporan lembaga tersebut, Cina berada di urutan pertama dalam daftar negara dengan jumlah investasi terbesar sejak 2010. Lebih dari 130 juta rumah tangga di Cina saat ini hidup dari energi matahari. Lebih dari separuh panel surya yang saat ini beroperasi di dunia, berada di Cina.

Cina juga terdepan dalam hal energi angin. Dengan lebih dari 80 Gigawatt negara tersebut memiliki daya dua kali lipat lebih besar ketimbang Jerman misalnya. Hingga 2020 Cina berencana menggandakan produksi energi angin.

Tren Positif di Indonesia

Indonesia Menjelang Era Energi Terbarukan memiliki tren yang cukup positif untuk perkembangan energi terbarukan, terutama matahari. Walaupun dapat dibilang cukup lambat dibanding negara-negara tetangga di ASEAN.

Hal ini dapat dilihat dari semakin besarnya populasi penggunaan pembangkit listrik tenaga matahari dan semakin besarnya akses listrik tersebut. Pada 2017 ini saja, ESDM menyediakan dana 500M hanya untuk energi terbarukan pedesaan saja. Oleh karena itu, langkah pemerintah patut diapresiasi dan didukung secara menyeluruh.
Sumber : http://www.dw.com/id/dunia-menjelang-era-energi-terbarukan/a-16523274 (dengan perubahan seperlunya)

Petunjuk Operasional Pelaksanaan DAK Fisik Penugasan Bidang Energi Skala Kecil Tahun 2017

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Penugasan Bidang Energi Skala Kecil Tahun 2017.

Dana Alokasi Khusus Bidang Energi Skala Kecil adalah dana yang bersumber dari pendapatan anggaran pendapatan dan belanja negara yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan pembangunan energi terbarukan yang merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Pada tahun 2017 terdapat 24 Provinsi mendapatkan alokasi DAK dengan total Rp. 502.301.000.000 yaitu:

  1. Provinsi Aceh
  2. Provinsi Sumatera Barat
  3. Provinsi Riau
  4. Provinsi Jambi
  5. Provinsi Lampung
  6. Provinsi Jawa Tengah
  7. Provinsi D.I. Yogyakarta
  8. Provinsi Kalimantan Barat
  9. Provinsi Kalimantan Tengah
  10. Provinsi Kalimantan Selatan
  11. Provinsi Kalimantan Timur
  12. Provinsi Sulawesi Tengah
  13. Provinsi Sulawesi Selatan
  14. Provinsi Sulawesi Tenggara
  15. Provinsi Bali
  16. Provinsi Nusa Tenggara Barat
  17. Provinsi Nusa Tenggara Timur
  18. Provinsi Papua
  19. Provinsi Maluku Utara
  20. Provinsi Bangka Belitung
  21. Provinsi Gorontalo
  22. Provinsi Kepulauan Riau
  23. Provinsi Sulawesi Barat
  24. Provinsi Kalimantan Utara

Membangun Industri Solar Panel di Indonesia

Jakarta – Perkembanggan teknologi dan kebutuhan tenaga surya sebagai sumber energi alternatif di Indonesia sudah mencapai pada tahap industrialis. Kebutuhan yang meningkat akan panel surya serta implementasi dari rencana kerja pemerintah Indonesia akan kebutuhan 35.000 MW energi. Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional di tahun 2025, menumbuhkan banyak sekali para investor untuk berinvestasi membangun industri solar panel.

Industri Solar Panel terbagi dalam beberapa sektor industri antara lain :

Peleburan dan pembuatan wafer silicon

Kalau negara kita mengklaim memiliki kekayaan alam pasir silika yang dapat diolah menjadi silikon. Maka ini perlu dibuktikan dengan memproduksi sendiri silikon yang diperlukan.

Negara kita cukup mampu dalam mengolah bijih-bijih logam dan mustinya mampu pula mengolah pasir silika menjadi bijih silikon.

Namun, jika kemampuan finansial maupun teknik bangsa kita masih kalah jauh. Untuk pembuatan wafer silikon monokristal untuk semikonduktor,  dengan negara yang sudah maju. Maka cukuplah membidik pangsa pasar wafer silikon polikristal untuk sel surya yang level pembuatannya relatif lebih mudah dilakukan.

Import mesin mesin pembuatan solar panel

Kebutuhan akan industri solar panel di Indonesia yang semakin meningkat seiring akan kebutuhan panel surya membuka peluang usaha importir mesin mesin industri buat kebutuhan solar panel dari mesin cetak (laminating), mesin framing, mesin cetak aluminium, mesin solar cell ,mesin kabel dan soket ,dan kebutuhan mesin lainnya.

Kebijakan akan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sektor industri yang menyangkut negara membuat impor -impor mesin semakin meningkat dengan memaksimalkan lokal konten untuk pemenuhan hasil produk.

Industri Perakitan

Kesulitan pembuatan solar cell dengan investasi yang besar membuat para investor beralih dengan pembuatan industri menengah yaitu merubah sel surya menjadi solar panel. Hal ini dirasa sangat mudah oleh para industrialis dengan investasi yang tidak terlalu mahal.

Karena pada dasarnya industri ini hanyalah menggabungkan komponen komponen yang sudah jadi menjadi barang jadi solar panel. Kegiatan ini tidaklah memerlukan industri peleburan, pembuatan wafer, pembuatan cell, pembuatan kabel tetapi hanya melakukan perakitan atau assembly.

Membangun Industri Solar Panel di Indonesia

Pembuatan komponen pelengkap sel surya

Komponen pelengkap sel surya menjadi energi listrik sangatlah beragam karena sel surya tanpa pelengkap komponen komponen lain maka tidaklah jalan. Maka peluang peluang industri yang tumbuh maupun yang sudah ada bias sinergi dalam memenuhi kebutuhan yang ada.

Industri penyangga solar panel, industri kabel ,industri inverter controller, industri baterai, industri lampu LED dan industri elektronik dan kebutuhan listrik lainnya menjadi tumbuh berkembang bersama.

Peran serta distributor yang menjual solar panel sistem set sangat lah dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kontraktor maupun masyarakat yang awam akan hal ini.